Bath City 2014/2015; Akhir Yang Tak Terduga dan Datangnya Godaan

Benar-benar akhir musim yang tak terduga. Saya sendiri sama sekali tidak menduga bahwa kami bisa menjadi juara di League One.

Bagi saya, musim 2014/2015 ini merupakan musim yang penuh dengan drama. Terseok-seok di awal musim, mulai menanjak naik di akhir paruh pertama, kembali menurun di tengah paruh kedua, dan akhirnya menjadi juara di pekan terakhir. Benar-benar musim yang sangat istimewa buat saya. Dan beginilah lika-liku perjalanan Bath City musim ini.

Hasil pertandingan di paruh ke dua musim 2014/2015.

Periode tak terkalahkan dari pertengahan Januari sampai akhir Februari, berhasil membawa Bath City menduduki puncak klasemen selama 2 pekan. Mungkin hal ini membuat para pemain menjadi sombong dan kehilangan konsentrasi yang kemudian membawa Bath City memasuki periode kelam seperti di awal musim. Setelah kalah dari Charlton dalam duel perebutan puncak klasemen, mental pemain Bath turun dan Colchester berhasil memanfaatkan situasi ini dengan baik. Walaupun sempat menang melawan Preston 2 hasil seri yang diakhiri dengan kekalahan melawan Tranmere membuat Bath City turun ke posisi enam klasemen dan mengancam kesempatan promosi yang sudah di depan mata. Di akhir pertandingan melawan Tranmere, saya bilang ke pemain bahwa saya sangat kecewa karena menurunnya performa mereka, yang bisa mengakibatkan melayangnya kesempatan promosi di musim ini. Ternyata reaksi pemain sangat luar biasa, dan berhasil memperoleh 5 kemenangan beruntun yang kembali membawa Bath City ke puncak klasemen. Posisi puncak kembali dikudeta oleh Carlton di pekan ke 45 ketika Bath City hanya mampu bermain imbang melawan Stockport dan Carlton menang melawan Brendford. Memasuki pertandingan terakhir, Charlton di puncak dengan 83 poin sedangkan Bath City di posisi 2 dengan 82 poin. Charlton ada di atas angin karena di pertandingan terakhir mereka hanya menghadapi Exeter yang merupakan tim juru kunci dan sudah pasti terdegradasi sedangkan Bath City harus menghadapi Middlesbrough. Sampai babak pertama usai, posisi klasemen tidak berubah karena Charlton berhasil unggul 1-0 dan Bath juga memimpin 1-0.  Memasuki pertengahan babak kedua, Exeter berhasil menyamakan kedudukan menjadi 1-1 sedangkan Bath berhasil menambah keunggulan menjadi 2-0. Akhirnya peluit panjang pun berbunyi dengan Bath berhasil menambah satu gol lagi dan Charlton pun harus merelakan gelar juara League One menjadi milik Bath City karena mereka tidak bisa menambah gol sampai akhir pertandingan. Selamat kepada para pemain Bath City yang telah berjuang sampai detik terakhir dan berhasil mempersembahkan gelar juara League One pada para penggemar.

Statistik Pemain

Melanjutkan performa apik di paruh pertama, Matthias Vob dan Lucas Riviere tetap menjadi motor penggerak Bath City. Jumlah assist dan gol yang mereka sumbangkan menjadi rekor baru bagi Bath City. Mereka juga berhasil membuat rekor di League One sebagai pencetak gol dan pemberi assist terbanyak dalam satu musim.

Maka tidaklah mengherankan bila akhirnya Matthias Vob dinobatkan sebagai Pemain Terbaik League One musim ini.

Sepatu emas League One musim ini tentu saja mejadi milik Lucas Riviere dengan 33 gol nya.

Selain dua pemain ini, 3 pemain Bath City yang lain berhasil masuk ke Team of The Year.

Dan karena keberhasilan saya membawa Bath City menjadi juara di Leagu One, saya pun terpilih sebagai manajer terbaik Legue One.

Dan Akhirnya Godaan pun Datang…

Kesuksesan saya membawa Bath City menjuarai League One musim ini mendatangkan godaan yang cukup menggiurkan. Diawali dengan rumor yang mengaitkan saya dengan tim-tim besar seperti MU dan Liverpool,

hingga datangnya tawaran dari Nottingham Forest.

Walaupun tawaran dari Nottingham ini cukup menggoda, saya memutuskan untuk menolaknya karena mereka baru saja terdegradasi dan musim depan akan bemain di Championship. Saya belum sanggup untuk berhadapan dengan Bath City sebagai musuh karena kebersamaan kami selama 4 musim ini telah membuat saya jatuh cinta pada klub ini. Itu yang saya rasakan sebelum tawaran di bawah ini datang ke meja saya…

Tawaran untuk melatih Wolves yang menjadi juara di Championship musim ini memberikan godaan yang sangat besar buat saya. Kesempatan berkarir di kasta tertinggi sepakbola inggris, budjet transfer dan gaji yang besar, membuat loyalitas saya kepada Bath City goyah. Saya pun bingung apakah saya harus bertahan di Bath City, karena sangat berat bagi saya meningglkan tim yang saya bangun dari nol dan punya pemain dengan potensi besar, atau menerima tantangan dari Wolves dan secepatnya berkarir di kompetisi tertinggi?

Saya akan sangat senang bila teman-teman ada yang mau membantu saya memilih apakah tetap bertahan di Bath City atau menerima tawan Wolves? Terima kasih telah berkunjung.

Salam Football Manager.

Categories: Bath City, FM 2012 | Tags: , , , | Tinggalkan komentar

Navigasi pos

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

Blog di WordPress.com.

%d blogger menyukai ini: