Bath City 2015/2016; Nasib Sebuah Klub Kecil

Saya ingin mengawali postingan kali ini dengan kegalauan hati saya. Kegalauan ini berasal dari kesewenang-wenangan klub besar yang dengan kekuatan uangnya telah merampas dua pemain masa depan saya. MySpace

Dua orang pemain muda andalan saya, Davor Lesjak dan Tomas Hanus di rampas dengan paksa dari saya oleh Chelsea dan Aston Villa melalui President klub.

Memang uang sebesar 1,1 & 1,2 juta euro adalah jumlah yang sangat besar untuk sebuah klub kecil seperti Bath City. Tapi menurut saya President Manda Rigby terlalu cepat mengambil keputusan dengan menjual dua pemain ini. Kenapa saya berpendapat seperti itu? Yang pertama, keuangan klub tidak terlalu menghawatirkan (hanya minus sekitar 800 ribu euro). Situasi keuangan yang bahkan lebih buruk pernah terjadi ketika keuangan Bath City minus lebih dari 1 juta euro tapi akhirnya kami bisa mengatasinya tanpa hasrus menjual pemain. Stadion yang sedang di perbaiki juga sudah hampir jadi, sehingga pemasukan dari tiket akan banyak menolong keuangan klub. Yang kedua, dua pemain tersebut adalah investasi yang sangat bagus buat klub di masa depan. Lihat profil mereka di bawah ini,

Davor Lesjak

Tomas Hanus

Dengan attribute seperti itu dan dengan usia mereka yang masih 18 tahun, saya yakin 2 atau 3 tahun lagi mereka akan menjadi bek-bek muda terbaik di inggris dan harga jual mereka akan jauh lebih mahal. Tapi, seperti judul postingan ini, beginilah nasib klub kecil, yang akan gampang tergoda bila sudah di iming-imingi uang juataan euro.

Walaupun dengan hati galau, saya harus tetap move on. Dan berikut adalah lanjutan cerita saya di Bath City.

Perjalanan di Liga

Setelah terpuruk di awal musim, pemain-pemain Bath City mulai bisa bangkit. Dari 18 pertandingan terakhir, Bath City berhasil menang 11 kali, seri 2 kali dan hanya 5 kali kalah. Sebuah perkembangan yang sangat bagus menurut saya.

Walaupun masih terus kalah ketika menghadapi Huddersfield dan Southampton, yang artinya kami kalah selama 6 pertandingan berturut-turut, akhirnya pemain bisa bangkit. Momen kebangkitan ini mulai saya rasakan ketika kami bisa menang melawan Brighton dan Reading. Walau setelah itu kami bermain imbang dan kalah dua kali, tapi kami secara konsisten bisa mencetak gol. Puncaknya adalah ketika kami bisa menghancurkan Leicester City dengan skor telak 6-0.

Walaupun Bath City kalah dalam penguasaan bola, tapi permainan kami jauh lebih efektif dari mereka. Dari 12 tendangan yang mengarah ke gawang kami, hanya dua yang tepat sasaran dan itupun berhasil dimentahkan oleh Mark Brown. Bandingkan dengan jumlah tendangan Bath City yag mencapai 18 kali dengan 12 diantaranya tepat sasaran dan menghasilkan setengah lusin gol.

Setelah pertandingan ini, laju kami hampir tak tertahankan di liga. Hanya Sheffield Wed yang bisa menahan imbang kami dan Swansea (si pemuncak klasemen) yang berhasil membuat Bath City pulang tanpa poin. Walaupun kekalahan ini bisa diterima, tapi dari statistik pertandingan saya merasa seharusnya kami pantas membawa pulang satu poin.

Setelah kekalahan ini saya takut mental pemain akan terganggu dan butuh waktu untuk bangkit. Syukurlah kekhawatiran saya tidak terbukti dan Bath City bisa langsung memperoleh kemenangan lagi.

Hasil-hasil positif ini berhasil mengantarkan kami naik ke posisi 8 di tabel klasemen sementara.

Sekarang saya mulai berani bermimpi bisa membawa Bath City finish di zona play off promosi, karena selisih kami hanya 4 poin saja dengan Balckpool sebagai tim terbawah di zona play off promosi. Bila tren positif yang ditunjukkan Bath City bisa terus berlanjut tentu selisih 4 poin bukanlah hal yang sulit untuk dikejar.

Piala FA

Setelah hanya sampai di babak ke dua di Piala Liga, perjalanan Bath City di Piala FA juga harus terhenti di babak ke dua. Setelah berhasil membuat kejutan dengan mengalahkan Wigan yang merupakan klub Premiership di babak pertama, undian yang jelek membuat kami harus bertandang ke Anfield. Tentu saja hasilnya sudah bisa ditebak.

Liverpool memang masih terlalu tangguh buat Bath City. Kami benar-benar dibuat tak berdaya menghadapi mereka. Tapi saya tetap senang karena kami masih tetap bisa mencetak gol menghadapi mereka.

Rapor Pemain

Kredit saya berikan untuk barisan penyerang Bath City. Para striker yang di awal musim membuat saya kecewa, akhirnya mulai bisa menunjukkan performa terbaik mereka. Terutama Lucas Riviere. Dia berhasil merebut kembali tempatnya di tim inti dari Bakari Dembele karena mulai konsisten mencetak gol. Jamil Adam pun mulai jarang membuang peluang dan rajin mencetak gol dan memberikan assist. Raja assist musim kemarin, Matthias Vob, juga tidak mau kalah dan mulai rajin memberikan assist untuk para striker.

Transfer Pemain

Untuk mengganti dua pemain belakang yang pergi, saya mengontrak Jack Butland (GK) dan Matt Mills (CB).

Jack Butland (GK)

Alih-alih mengontrak bek tengah sebagai pengganti Hanus dan Lesjak, saya memutuskan untuk mengontrak Jack Butland yang berposisi sebagai penjaga gawang. Dia akan saya persiapkan sebagai pengganti Mark Brown di musim depan karena walaupun permainan Mark Brown masih konsisten dan tak tergantikan di musim ini, tapi umurnya sudah 34 tahun. Akan sangat riskan bila saya tidak mempersiapkan pengganti yang sepadan dengan dia.

Matt Mills (CB)

Pengganti dari Hanus dan Lesjak. Bersama dengan Martin dan Zelenka, dia akan mengawal lini belakang Bath City di sisa musim ini. Saya hanya mengontraknya sampai akhir musim karena ingin melihat dulu performa dia. Bila menurut saya performanya memuaskan, tidak tertutup kemungkinan saya akan memperpanjang kontraknya.

Pertandingan sisa

Masih ada 16 pertandingan sisa yang harus dijalani oleh Bath City. Bila ingin finish di zona Play Off tentu sisa 16 pertandingan ini harus kami manfaatkan sebaik-baiknya. Bila di akhir musim nanti kami bisa finish di zona Play Off tentu akan terbuka peluang untuk bisa promosi ke Premiership yang saat ini merupakan mimpi terliar saya.

Salam Football Manager.

Categories: Bath City, FM 2012 | Tags: , , , , , | 1 Komentar

Navigasi pos

One thought on “Bath City 2015/2016; Nasib Sebuah Klub Kecil

  1. as

    ngga jelas

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

Buat situs web atau blog gratis di WordPress.com.

%d blogger menyukai ini: