Bath City 2019/2020; Treble Winner!

Paruh kedua musim kompetisi 2019/2020 telah usai. Pencapaian gemilang Bath City pun terus berlanjut. Musim ini kami berhasil meraih treble winner. Walaupun begitu, tetap ada cerita menyesakkan dibalik kesuksesan kami musim ini. Berikut adalah cerita lengkapnya.

Piala Liga

Ini adalah gelar pertama kami di musim ini (di luar Community Shield). Setelah berhasil mengalahkan West Ham di semifinal, Bolton yang sukses mengalahkan Swansea menjadi lawan kami di final.

Di partai puncak ini, kami berhasil mengalahkan Bolton dengan skor 3-1. Zeli Ismail dan Callum Smith menjadi pahlawan kemenangan kami dengan menyumbang masing-masing 2 dan 1 gol. Dan lemari piala Bath City mendapat penghuni baru karena ini merupakan kali pertama Bath City memenangi Piala Liga.

Liga Inggris

Juara Liga Inggris merupakan gelar kedua Bath City di musim kompetisi 2019/2020 ini. Kami berhasil memenangi perburuan gelar melawan Man City pada pekan ke 37 setelah mereka hanya bermain imbang melawan Birmingham sedangkan kami sukses mengalahkan Burnley.

Perjalanan Bath City di paruh kedua musim ini lumayan mendebarkan. Bila di paruh pertama kami berhasil mengalahkan hampir semua tim-tim besar inggris, di paruh kedua ini gantian mereka yang secara bergantian mengalahkan kami. Berikut hasil lengkap pertandingan Bath City di paruh kedua musim ini.

Untunglah kami berhasil menabung banyak poin di paruh pertama sehingga kami tetap bisa menjaga posisi kami di posisi teratas klasemen sampai akhir musim.

Piala FA

Piala FA melengkapi pencapaian sukses kami di musim ini. Gelar juara di FA Cup ini menjadikan Bath City mampu meraih treble winner.

Setelah sukses melewati hadangan Man City di putaran ke 3, kami bisa melaju dengan mulus sampai ke babak final. Barulah di partai final melawan Tottenham kami dipaksa berjuang sekuat tenaga.

Babak pertama benar-benar menjadi milik Tottenham. Mereka berhasil mengakhiri babak pertama dengan keunggulan 2-0. Di ruang ganti, saya menyuntikkan semangat ke para pemain untuk tidak menyerah karena masih ada 45 menit. Dengan semangat pantang menyerah, akhirnya kami berhasil membalikkan kedudukan. Dua gol Zevenbergen dan gol bunuh diri Radja Nainggolan memastikan kami meraih treble winner.

EURO Cup

Disinilah cerita menyesakkan terjadi. Saya sebenarnya sangat menginginkan gelar juara di ajang EURO Cup ini. Sayang ketidak hati-hatian saya membuat kami tersingkir dari ajang ini bahkan sebelum babak perempat final.

Di putaran pertama knock out, kami secara luar biasa berhasil menyingkirkan Bordeux dengan agregat 9-8. Sebenarnya suporter kami sudah pesimis karena kami hanya mampu bermain imbang dengan Bordeux di kandang sendiri. Akan tetapi, determinasi pemain-pemain kami berhasil membalikkan prediksi dan kami sukses mengalahkan Bordeux di kandang mereka.

Sayangnya, di putaran kedua ganti kami yang terlena. Karena kami berhasil meraih kemenangan di kandang lawan, saya jadi terlena dan menurunkan tim cadangan ketika kami bermain di kandang. Dan rasa percaya diri yang berlebihan ini pada akhirnya menjadi bumerang bagi kami.

Walaupun kami sempat memimpin 3-1, tapi permainan pantang menyerah pemain-pemain vitesse akhirnya menghukum kami dan mereka berhasil membalikkan keadaan. Walaupun agregat akhir sama kuat 6-6, Vitesse lah yang berhasil lolos karena unggul gol away.

Statistik Pemain

Musim ini benar-benar menjadi milik Robertinho. Dia berhasil menjelma menjadi pemain paling penting bagi Bath City. Dia mampu mencetak 51 gol di semua ajang yang diikuti Bath City musim ini. Dia juga memecahkan rekor peraih Man of The Match terbanyak semusim dan juga rekor pencetak gol terbanyak.

Benar-benar luar biasa!!

Dengan penampilan yang sangat dominan seperti ini, sangat pantas jika akhirnya Robertinho berhasil menjadi Footballer of The Year.

Robertinho juga berhasil menjadi pencetak gol terbanyak di liga dengan 32 golnya.

Saya pun kembali berhasil menjadi manajer terbaik setelah mengantarkan Bath City meraih treble winner musim ini.

Sedangkan untuk Team of The Year, Bath City mengirimkan dua wakilnya yaitu Robertinho dan Steegmann.

Dengan keberhasilan meraih treble di kompetisi lokal, saya telah berhasil menaklukkan Inggris. Semua trofi telah berhasil saya raih. Sekarang saatnya berjuang untuk menaklukkan Eropa. Target saya, dalam dua tahun kedepan saya harus bisa membawa Bath City berjaya di Eropa.

Terimaksih telah bersedia mampir ke blog saya. Selamat begadang dan Salam Football Manager.

Categories: Bath City, FM 2012 | Tags: , , | Tinggalkan komentar

Navigasi pos

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

Blog di WordPress.com.

%d blogger menyukai ini: