Akhir Musim 2020/2021; Hampir Sempurna

Halo teman-teman manager, selamat datang kembali di blog saya. Setelah mengawali musim dengan agak kurang bagus, akhirnya Bath City bisa mengakhiri musim dengan, seperti judul posting ini, hampir sempurna. Masuk ke paruh kedua musim 2020/2021, Bath City masih punya peluang untuk memenangi semua gelar yang ada di musim ini, yaitu Premiership, Piala Liga, Piala FA dan tentu saja LIga Champion. Saya akan menceritakan perjalanan Bath City di empat kompetisi tersebut.

Piala Liga

Di piala liga, perjalanan Bath City sudah sampai di semifinal. Sunderland akan menjadi lawan kami untuk memperebutkan satu tiket ke Wembley. Seperti yang telah saya perkirakan sebelumnya, kami menang mudah baik di laga kandang maupun laga tandang dengan agregat 7-1 dan kami pun menuju Wembley untuk mempertahankan gelar juara kami.

Man City sudah menunggu kami di final, dan saya tahu ini tidak akan menjadi final yang mudah. Dan benar saja, pertandingan berjalan sangat alot dengan kedua tim saling menyerang.

Di babak pertama, Man City berhasil unggul satu gol. Memasuki babak kedua, kendali permainan berganti menjadi milik kami dan kami ganti memimpin setelah Robertinho berhasil mencetak dua gol. Sayang keunggulan ini tidak bisa kami pertahankan setelah Aguero berhasil menyamakan kedudukan lewat tendangan penaltinya. Setelah gol Aguero, tidak ada lagi gol yang tercipta sehingga pertandingan harus di lanjutkan dengan perpanjangan waktu. Akhirnya Zevenbergen menjadi orang yang menentukan kemenangan kami dengan gol nya di menit 101.

Premiership

Setelah tampil kurang konsisten di paruh pertama, bisa dikatakan kami tampil sangat dominan di paruh kedua ini. Dari 18 pertandingan sisa yang harus kami mainkan kami hanya sekali kalah dan sekali bermain imbang. Hasil yang sangat luar biasa menurut saya, karena biasanya penampilan kmai cenderung menurun bila memasuki paruh kedua.

Apakah dengan hasil ini kami sukses mempertahankan gelar juara premiership? Tentu saja jawabannya iya, bahkan kami sudah memastikan diri menjadi juara ketika liga masih menyisakan 5 partai. Bahkan di akhir musim, beda poin kami dengan peringkat kedua mencapai 22 poin. Benar-benar sebuah dominasi yang luar biasa dari Bath City. Dengan raihan ini, kami menjadi salah satu tim yang mampu menjadi juara premiership tiga kali berturut-turut.

Yang juga cukup mengejutkan adalah suksesnya West Ham menjadi runner up. Penampilan bagus duo pemain timnas perancis yaitu Hervin Ongenda dan Dorian Causse membantu West Ham mencapai hasil bagus ini.

Piala FA

Di ajang piala FA ini, penampilan kami seolah menjadi anti klimaks. Kami hanya mampu tampil sampai putaran kelima. Setelah berhasil melewati hadangan Newcastle di putaran ketiga dan Blackburn di putaran keempat, undian mempertemukan kami dengan Norwich, tim divisi championship. Tentu saja saya sangat yakin bisa memenangkan pertandingan ini, sehingga saya menurunkan tim cadangan. Sayang, rasa percaya diri yang berlebihan membuat kami harus menelan pil pahit setelah Norwich tampil luar biasa dan membuat kami harus pulang dengan kepala tertunduk.

Dan gagallah kami mempertahankan gelar piala FA di musim ini.

Liga Champion

Dan inilah yang membuat akhir musim kami menjadi hampir sempurna. Setelah lolos dari fase grup, undian mempertemukan kami dengan Inter Milan di putaran pertama babak knock out liga champion. Kami memenangi pertandingan pertama yang berlangsung di kandang Inter dengan relatif mudah. Kami pulang dengan keyakinan 90% lolos ke babak selanjutnya setelah sukses memetik kemenangan tandang dengan skor 1-4. Di laga kandang, saya tetap menurunkan tim terbaik karena tidak ingin pengalaman musim kemarin melawan Vitesse kembali terulang. Dan untunglah keputusan ini memang tepat. Inter benar-benar tampil luar biasa. Setelah satu pemain saya di kartu merah di babak pertama, Inter membuat kami hampir tersingkir. Meraka sukses membuat Vullings 3 kali memungut bola dari gawangnya. Dan akhirnya kami pun lolos karena unggul gol tandang.

Di babak Perempat Final, undian mempertemukan kami dengan sesama klub Inggris yaitu Man United. Kami berhasil melewati hadangan mereka dengan keunggulan agregat 4-2 selah kami sukses mengalahkan mereka dengan skor identik 2-1 baik di laga kandang maupun tandang. Di babak semifinal pun kami kembali bertemu dangan sesama klub Inggris dan merupakan tetangga dari Man U, yaitu Man City. Kami sukses memenangi laga pertama di Manchester dengan skor 2-1. Laga di ajaib kemudian terjadi di Bath Stadium yang merupakan kandang Bath City. Kenapa ajaib, silahkan lihat SS berikut ini.

Kami memang sudah unggul 2-0 ketika Joris Smits di usir pada menit ke 33. Tapi ajaibnya, kami tetap bisa mendominasi jalannya pertandingan dan bahkan mampu menambah 4 gol lagi. Mungkin hal ini tidak akan mengherankan bila lawan kami adalah tim kecil, tapi yang kami hadapi ini adalah Man City. Dengan sebelas pemain saja kami tidak bisa menang sebesar ini, apalagi dengan 10 pemain? Tapi inilah yang terjadi. Benar-benar luar biasa dan ajaib.

Dan akhirnya kami pun menjejakkan kaki di final pertama kami di kompetisi Eropa. Lawan yang kami hadapi adalah Sevilla yang juga secara mengejutkan mampu melangkah ke final setelah mengalahkan Real Madrid di perempat final dan AC Milan di semifinal.

Sevilla berhasil unggul cepat pada menit ke 11. Setelah gol ini, Sevilla memilih bertahan sehingga kami mampu mengontrol jalannya pertandingan. Segala daya dan upaya kami kerahkan untuk bisa membongkar pertahanan mereka. Dan saya sudah pasrah ketika pertandingan memasuki menit-menit akhir karena menurut statistik, kami jarang sekali bisa mencetak gol pada menit-menit akhir. Tapi keajaiban itu kembali datang. Memasuki menit pertama perpanjangan waktu, kami berhasil memperoleh tendangan pojok. Filipovic yang mengambil tendangan pojok, mengarahkan bola ke tiang dekat. Steegmann yang memang saya instruksikan berdiri di tiang dekat, sukses melepaskan diri dari penjaganya, menyundul bola ke arah gawang. Bola pun sukses melewati garis gawang dan GOOOOLLLLLL!!!! Inilah gol pertama Bath City di musim ini yang di cetak pada menit-menit injury time. Benar-benar keajaiban yang datang di saat yang sangat tepat.

Pertandingan akhirnya harus dilanjutkan ke babak perpanjangan waktu. Usaha kami menambah gol di babak perpanjangan waktu kembali membentur tembok kuat pertahanan Sevilla, walaupun mereka harus bermain dengan sepuluh pemain di menit 115. Akhirnya pertandingan harus ditentukan lewat adu tentangan penalti.

Dari lima penendang pertama, satu orang dari masing-masing tim gagal melaksanakan tugasnya sehingga harus masuk ke sudden death. Penendang keenam mereka gagal melaksanakan tugasnya, sehingga kami bisa menang bila penendang keenam kami sukses menaklukkan kiper lawan. Dan Rinaldi pun sukses menjadi pahlawan kami setelah berhasil menaklukkan kiper Sevilla. Kami pun merayakan keberhasilan yang serasa bagaikan mimpi ini. Target saya untuk memenangi Liga Champion pada tahun 2022, sukses saya wujudkan tahun ini. It’s really amazing.

Statistik Pemain

Stephan Steegmann dan Robertinho tetap menjadi dua pemain terbaik kami. Yang sangat luar biasa adalah rata-rata rating pemain Bath City hampir semuanya di atas 7. Hanya dua pemain yang nilai rata-rata penampilannya di bawah 7. Dan juga hampir semua pemain kami bisa mencetak gol atau paling tidak menyumbang assist. Hanya kiper dan Uwe Witt saja yang tidak bisa mencetak gol atau menyumbangkan assist.

Untuk penghargaan pemain, Robertinho kembali menjadi pemain terbaik dan sekaligus pencetak gol terbanyak.

Hebatnya, peringkat kedua dan ketiga juga ditempati oleh pemain Bath City.

36 gol yang di cetak Robertinho di liga membuatnya kembali memecahkan rekor pencetak gol terbanyak dalam satu musim yang sebelumnya di pegang Andrew Cole dengan 34 golnya untuk Man U di tahun 1993.

Saya sendiri untuk kesekian kalinya berhasil menjadi manajer terbaik.

Hasil kemenangan di Liga Champion membuat saya sangat puas dan ingin mencoba tantangan baru. Hampir semua gelar sudah saya rasakan bersama Bath City, dan mereka pun sudah menjadi salah satu klub terbaik di eropa. Dengan meninggalkan skuad yang kuat dan juga keuangan yang sangat sehat, saya merasa sekarang saat yang tepat untuk move on.

Walaupun terasa sangat berat meninggalkan Bath City yang sudah saya latih selama 10 tahun, saya membutuhkan tantangan baru untuk menjaga antusias saya. Mungkin saya akan berkonsentrasi dulu di Timnas Perancis agar bisa menjadi juara di Piala Dunia 2022 sambil mencari tim besar yang tidak puas dengan pelatih mereka. Akhir musim ini saya akan menambahkan Serie A dan La Liga ke dalam game saya. Jadi ada kemungkinan saya akan mencoba berkarir di luar Inggris musim depan.

Terima kasih telah setia mengikuti cerita saya bersama Bath City dan nantikan cerita saya selanjutnya. Komentar teman-teman manager terus saya nantikan.

Salam Football Manager.

Categories: Bath City, FM 2012 | Tags: , , , | Tinggalkan komentar

Navigasi pos

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

Buat situs web atau blog gratis di WordPress.com.

%d blogger menyukai ini: